Tampilkan postingan dengan label Analisis Argumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Argumentasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2016

Flat Earth 01 - Bangkitnya Kesadaran, Katanya

Tulisan ini merupakan tanggapan atas video Flat Earth 01 - Bangkitnya Kesadaran.


menit ke 02:15
MATERI Ada 10 hal yang membuat kita yakin bahwa Bumi berbentuk bulat, yaitu 1) banyaknya foto Bumi berbentuk bulat, 2) banyaknya satelit di angkasa, 3) adanya sistem GPS dan Google Maps, 4) pembuktian sistem heliosentris oleh Galileo, 5) pembuktian adanya gravitasi oleh Newton, 6) perhitungan akurat kejadian gerhana, 7) pengamatan kejadian di horizon, 8) penerbangan keliling dunia, 9) program-program luar angkasa, dan 10) kemunduran 500 tahun untuk anggapan Bumi itu datar.
KOREKSI Galileo tidak membuktikan kebenaran model heliosentris. Yang dia buktikan yaitu tidak semua benda langit mengelilingi Bumi secara langsung. Pun Newton juga tidak membuktikan adanya gravitasi. Yang dia buktikan yaitu kesebandingan terbalik gravitasi dengan kuadrat jarak dan berlakunya gravitasi pada Bulan. Selain itu, model Bumi datar sudah ada bahkan sebelum awal kalender Masehi.

menit ke 04:15
MATERI Perjalanan Columbus membuktikan bahwa Bumi itu bulat.
KOREKSI Perjalanan columbus tidak bertujuan untuk membuktikan bahwa Bumi itu bulat. Yang Columbus ingin tunjukkan yaitu bahwa perjalanan ke Asia ke arah barat dapat dilakukan ditinjau dari perbekalan yang dibutuhkan. Columbus mengira jarak ke Asia lebih dekat dari yang seharusnya.

menit ke 05:10
MATERI Peta dunia sebelum didirikannya NASA adalah peta Bumi datar.
KOREKSI Artefak tertua globe Bumi berasal dari tahun 1492, dinamai Erdapfel, dan selesai dibuat sebelum Columbus kembali ke Spanyol.
Gambar 1. Erdapfel, artefak globe tertua, buatan Martin Behaim. (Wikimedia Commons)

menit ke 05:20
MATERI USGS menyatakan bahwa peta Bumi datar adalah dasar pembuatan peta Bumi bulat.
KOREKSI Jelas-jelas di berbagai diagram pada halaman Proyeksi Peta dijelaskan bahwa ada banyak proyeksi peta datar dari Bumi bulat. Pun ditegaskan di awal halaman tersebut bahwa Bumi berbentuk bulat.
KACAU Di halaman Proyeksi Peta, masih banyak lagi proyeksi peta selain jenis azimuthal equidistant.
Gambar 2. Penjelasan USGS bahwa peta-peta di halaman webnya merupakan proyeksi datar Bumi bulat. (USGS) -- Klik pada gambar untuk memperbesar!

menit ke 06:30
MATERI Penerbangan Sydney-Santiago aneh jika Bumi itu bulat karena harus menyeberangi Samudera Atlantik yang jauh; akan lebih dekat jika terbang mendekati Antartika.
KACAU Barangkali yang dimaksudkan oleh si pembuat video adalah Samudera Pasifik, bukan Samudera Atlantik. Pun penerbangan nonstop Sydney-Santiago memang mendekati Antartika.
Gambar 3. Salah satu rute penerbangan Sydney-Santiago. (Google) -- Klik pada gambar untuk memperbesar!

menit ke 06:45
MATERI Penerbangan melintasi Antartika tidak akan bisa dilakukan.
KOREKSI Felicity Aston dan Cecilie Skog sudah pernah melintasi Antartika melalui perjalanan darat tanpa kendaraan.
Gambar 4. Rute berbagai ekspedisi di Antartika, dibandingkan dengan rencana ekspedisi Henry Worsley; Henry Worsley meningggal akibat kerusakan fisik dalam ekspedisinya. (National Geographic)

menit ke 07:15
MATERI Antartika terlarang untuk dilintasi.
KACAU Si pembuat video mencukupkan diri hanya dengan penjelasan yang mendukung pendapatnya. Pun adanya konsep ETOPS tidak pernah dipertimbangkan olehnya. Pemirsa selalu digiring pada kesimpulan adanya konspirasi menutupi rahasia Antartika.
Gambar 5. Ilustrasi rute ETOPS. Rute non-ETOPS diambil supaya jika mesin mati, pesawat masih dapat mendarat di bandara terdekat. (Wikimedia Commons)

menit ke 07:20
MATERI Dalam Antartic Treaty, ada larangan bagi warga dunia untuk tidak pergi ke Antartika.
KOREKSI Di artikel Wikipedia tentang Antartic Treaty, sama sekali tidak ada larangan tersebut. Yang ada yaitu larangan penggunaan Antartika sebagai lahan aktivitas militer.
Gambar 6. Beberapa poin penting dalam Antartic Treaty. Tidak ada larangan kunjungan ke Antartika selama bukan untuk aktivitas militer. (Secretariat of the Antartic Treaty) -- Klik pada gambar untuk memperbesar!

menit ke 07:40
MATERI Terbit dan terbenamnya Matahari diakibatkan oleh perpektif pengamat dan bukan karena kelengkungan Bumi.
KOREKSI Model perspektif manapun untuk model Bumi datar tidak akan bisa menghasilkan terbit dan terbenamnya Matahari. Suatu garis yang selalu di atas horizon tidak akan pernah terbenam ke bawah horizon lalu muncul lagi dari seberang posisi terbenam.
Gambar 7. Model Bumi datar yang banyak diajukan. Dapat dilihat bahwa model lintasan Mataharinya selalu di atas "horizon". (Testing The Globe.com)

menit ke 08:45
MATERI Boston Public Library memiliki peta Bumi datar.
KOREKSI Jelas-jelas di deskripsi gambar peta yang dimaksud dijelaskan bahwa peta yang dirujuk merupakan proyeksi datar Bumi bulat.
KACAU Pemirsa digiring pada opini bahwa Boston Public Library mengakui bahwa Bumi itu datar. Padahal, dapat dilihat bahwa sumber peta yang dimaksud memiliki beragam proyeksi datar Bumi bulat.
Gambar 8. Deskripsi peta yang dirujuk si pembuat video. Disebutkan bahwa peta yang dimaksud merupakan proyeksi datar Bumi bulat. (Norman B. Leventhal Map Center) -- Klik pada gambar untuk memperbesar!
Gambar 9. Peta yang dimaksud dipatenkan oleh Alexander Gleason pada tahun 1893. Dia memang meyakini bahwa Bumi itu datar, namun tidak demikian halnya dengan Boston Public Library. (Google Patents, US 497917 A)
Gambar 10. Peta Gleason masih bernilai sebagai kalkulator waktu sederhana, namun tidak banyak membantu dalam hal navigasi; ukuran jarak pada lintang yang jauh dari Kutub Utara akan meleset dari nilai seharusnya. (Norman B. Leventhal Map Center)

menit ke 09:45
MATERI Besarnya ukuran dan jarak Matahari merupakan dogma sains modern. Pun kesamaan diameter sudut Matahari dengan Bulan merupakan sesuatu yang "ajaib".
KOREKSI Tidak pernah sekalipun penulis mendapati diajarkannya ukuran dan jarak Matahari sebagai dogma. Yang penulis temukan hanya tahap penyajian materi. Di sekolah dasar sampai menengah, diberikan hanya informasi. Di semua buku pengantar astronomi pendidikan tinggi, selalu disertakan materi cara memperoleh ukuran dan jarak Matahari.
KACAU Si pembuat video menggiring pemirsa pada opini bahwa "keajaiban" kesamaan diameter sudut Matahari dengan Bulan merupakan kemustahilan.

menit ke 10:15
MATERI Berikut dogma sains modern. Untuk Bumi, diameternya 12.742 km dan kecepatan orbitnya 108.000 km/jam. Untuk Bulan, jaraknya 384.400 km, diameternya 3.474 km, dan kecepatan orbitnya 3.683 km/jam. Untuk Matahari, jaraknya 14,6 juta km, diameternya 1,3 juta km, dan kecepatan orbitnya 720.000 km/jam.
KOREKSI Jarak Bumi-Matahari 150 juta km.

menit ke 10:55
MATERI Nilai dari perhitungan pada model Bumi bulat tidak dapat dijadikan dasar perhitungan gerhana, sementara pada model Bumi datar bisa.
KACAU Si pembuat video menuntut didapatnya siklus gerhana dari nilai diameter, jarak, dan kecepatan orbit Bumi, Bulan, dan Matahari. Padahal, yang relevan dengan siklus saros yaitu periode sinodis, periode drakonis, dan periode anomalistik Bulan.
Gambar 11. Penjelasan tentang siklus saros, termasuk besaran-besaran yang relevan dalam siklus saros. (Fred Espenak, NASA) -- Klik pada gambar untuk memperbesar!
Gambar 12. Periode sinodis yaitu periode dua fase Bulan yang sama; harus dipertimbangkan karena gerhana hanya terjadi pada fase Bulan baru atau purnama. Periode ini terjadi karena Bulan bergerak mengiringi Bumi yang juga bergerak; satu revolusi Bulan tidak menjadikan Bulan pada fase yang sama.
Gambar 13. Periode anomalistis yaitu periode Bulan berjarak sama dari Bumi; harus dipertimbangkan karena jenis gerhana yang terjadi tergantung pada jarak Bulan-Bumi. Sebagai contoh, gerhana Matahari cincin terjadi ketika Bulan sedang jauh dari Bumi. Periode ini terjadi karena sumbu orbit Bulan mengalami presesi pada bidang orbitnya.
Gambar 14. Periode drakonis yaitu periode Bulan untuk mencapai titik simpul di ekliptika; harus dipertimbangkan karena gerakan Bulan ketika gerhana bisa cenderung ke utara ataupun ke selatan pada bola langit. Periode ini timbul karena bidang orbit Bulan mengalami presesi terhadap ekliptika.

# PENENTUAN SIKLUS SAROS
# Jalankan program berikut dengan GNU Octave!
# Harap bersabar! Dengan komputer penulis, dibutuhkan
# hampir 10 menit untuk menuntaskan perhitungan ini.

clear;
tini=clock();

# Berikut nilai periode yang relevan dengan siklus saros, yang
# didapat dari https://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEsaros/SEsaros.html.
disp("tsyn, tano, tdra, dan interval dalam satuan hari.")
tsyn=29.530589
tano=27.554550
tdra=27.212221

# Peubah lolim merupakan batas bawah waktu yang diperhitungkan,
# sedangkan peubah uplim merupakan batas atasnya.
lolim=0;
uplim=10000;

# Interval yaitu selang waktu dalam satuan hari, ditambahkan ke
# time, yang akan dijadikan elemen matriks day.
# Peubah count digunakan untuk menandai elemen matriks day.
interval=0.01
time=lolim;
count=1;
day(count)=time;

# Elemen matriks day ditentukan di sini, nilai di setiap
# perhitungannya membesar sejumlah interval.
while (time<=uplim)
  count=count+1;
  time=time+interval;
  day(count)=time;
endwhile

# Peubah count diulang, kali ini untuk menandai elemen matriks s.
# Peubah s merupakan rata-rata fase ketiga periode.
# Jika suatu gerhana terjadi ketika fase ketiga periode
# bernilai nol, satu siklus saros yaitu ketika fase ketiga
# periode bernilai nol lagi.
count=1;

# Elemen s ditentukan di sini.
# Sulit untuk menentukan saat ketika s benar-benar nol karena
# ketiga periode bukan bilangan rasional sehingga ditentukan
# bahwa satu siklus saros terjadi ketika s bernilai minimum.
for count=1:max(size(day))
  s(count)=(day(count)/tsyn-floor(day(count)/tsyn) ...
           +day(count)/tano-floor(day(count)/tano) ...
           +day(count)/tdra-floor(day(count)/tdra))/3;
endfor

[a,b]=min(s);
disp("------------------------------")
min_rata_rata_fase=min(s)
periode_saros=day(b)
disp("------------------------------")

tfin=clock();

detik_durasi_komputasi=tfin(4)*3600+tfin(5)*60+tfin(6) ...
                       -tini(4)*3600-tini(5)*60-tini(6)


menit ke 11:25
MATERI NASA menggunakan siklus saros untuk memprediksi gerhana.
KACAU Si pembuat video menggiring pemirsa pada opini bahwa jika konsep lama masih digunakan, berarti konsep baru pasti salah. Siklus saros memang ada dan ini tidak ada hubungannya dengan benar atau salahnya diameter, jarak, dan kelajuan orbit Bumi, Bulan, dan Matahari. Pun seperti yang dikatakan sendiri oleh si pembuat video, siklus saros tidak ada hubungannya dengan bentuk Bumi.

menit ke 12:10
MATERI Tidak bisa digunakannya nilai diameter, jarak, dan kecepatan orbit Bumi, Bulan, dan Matahari merupakan "bukti matematis" kekeliruan model Bumi bulat.
KACAU Tidak ada pembuktian yang dilakukan, hanya klaim dan penolakan.

menit ke 12:30
MATERI Google Maps tidak membutuhkan GPS sehingga satelit GPS itu tidak ada.
KOREKSI Sistem pemandu GPS di kendaraan dapat bekerja tanpa perlu jaringan internet. Pun penulis pernah menggunakan perangkat GPS tanpa jaringan internet jauh sebelum maraknya pemandu GPS.
KACAU Penentuan lokasi memang dapat dilakukan dengan jaringan internet saja dan ini sama sekali bukan bukti bahwa satelit GPS tidak ada.

menit ke 14:17
MATERI Sinyal satelit GPS diterima oleh menara-menara pemancar di Bumi.
KOREKSI Sinyal satelit GPS diterima langsung oleh perangkat GPS. Inilah yang menjadikan sistem GPS dapat beroperasi di daerah terpencil.
Gambar 15. Perbandingan cara kerja sistem GPS dan eLORAN. Sistem GPS menggunakan sinyal yang lebih lemah, tapi tidak membutuhkan menara pemancar. (David Hambling, New Scientist)

menit ke 14:45
MATERI Ada 13.000 satelit sehingga angkasa luar penuh sesak dengan satelit.
KOREKSI Ukuran satelit sangat kecil jika dibandingkan dengan ruang yang ditempatinya sehingga angkasa luar tidak penuh sesak. Ini seperti halnya tidak penuh sesaknya pekarangan rumah meskipun dihuni oleh ratusan hingga ribuan semut.
KACAU Si pembuat video hanya melontarkan opini tanpa ada upaya menganalisis.

Ah, mathematics, let us have some! Dari perhitungan yang akan penulis tunjukkan, dapat dibayangkan "sesesak" apakah angkasa luar dengan 13.000 satelitnya.

Jika memang angkasa luar "penuh sesak", sebuah satelit dapat dilihat dengan jelas dari satelit lain. Makin renggang jarak antarsatelit, makin kecil ukuran tampak satelit dilihat dari satelit lain.

Besaran \sigma yaitu area huni tiap satelit, R jari-jari Bumi, h ketinggian orbit satelit, dan n jumlah satelit. Area huni tiap satelit dihitung dengan membagi luas permukaan ketinggian orbit satelit dengan jumlah satelit.

\sigma=\frac{4 \pi (R+h)^2}{n}

Selanjutnya, akan dihitung \bar{s}, jarak rata-rata antar satelit. Jika dianggap area huni tiap satelit berupa lingkaran, nilai jarak rata-rata ini merupakan dua kali jari-jari area huni.

\sigma=\pi\left(\frac{\bar{s}}{2}\right)^2 \\ \Rightarrow \bar{s}=\sqrt{\frac{4\sigma}{\pi}} \\ \Rightarrow \bar{s}=\sqrt{\frac{16(R+h)^2}{n}} \\ \Rightarrow \bar{s}=\frac{4(R+h)}{\sqrt{n}}

Kemudian, akan dihitung \theta, ukuran sudut satelit dilihat dari satelit lainnya. Besaran l yaitu panjang satelit.

\theta=\arcsin \left(\frac{l}{\bar{s}}\right) \\ \Rightarrow \theta=\arcsin \left(\frac{l\sqrt{n}}{4(R+h)}\right)

Mari kita anggap jari-jari Bumi 6.400 km, ketinggian satelit 100 km, panjang satelit 100 m, dan jumlah satelit 13.000.

\theta=\arcsin \left(\frac{100\sqrt{13.000}}{4(6.400+100)\cdot 10^3}\right) = 0,025^\circ

Kesan ukuran sudut 0,025° sama seperti kesan ukuran sudut semut sepanjang 1 cm pada jarak 23 m. Padahal, ketinggian orbit satelit lebih dari 100 km, rata-rata panjangnya kurang dari 100 m, dan jumlahnya entah apakah mencapai 13.000 atau tidak. Dengan demikian, nilai ukuran sudut satelit bisa lebih kecil dari 0,025°.

Jadi, penuhkah angkasa luar? Tidak demikian jika ditinjau dari jumlah dan ukuran satelit; masih banyak ruang di angkasa luar.


menit ke 15:40
MATERI Rekaman kondisi di stasiun luar angkasa merupakan efek visual komputer.
KACAU Tidak ada argumentasi yang diberikan selain kesan si pembuat video.

menit ke 16:40
MATERI Langit tidak mempan dibom nuklir selama empat tahun.
KACAU Si pembuat video tidak memberikan nilai ketinggian langit sebagai pemberi kesan bahwa berbagai misil memang tidak dapat menembus kubah langit. Nyatanya, AS dan Uni Soviet meledakkan banyak misil pada berbagai ketinggian. Hal ini tidak bisa dijadikan bukti tidak mempannya kubah langit dibom. Situasinya akan lebih menarik jika sebagian besar misil tersebut meledak pada ketinggian yang sama.

menit ke 17:00
MATERI AS dan Uni Soviet sama-sama tahu bahwa tak ada yang bisa pergi ke angkasa luar.
KACAU Tidak jelas kebenaran atau sumber klaim si pembuat video.

menit ke 17:10
MATERI Video rekaman kondisi tanpa bobot astronot di stasiun luar angkasa sebenarnya dilakukan di dalam pesawat.
KACAU Dengan klaim tanpa argumentasi ini, si pembuat video menggiring pemirsa pada opini bahwa semua rekaman kondisi tanpa bobot dilakukan di dalam pesawat.
Gambar 16. Ilustrasi manuver tanpa bobot. Di awal lintasan parabola, arah percepatan pesawat sedemikian rupa sehingga awak pesawat mengalami kesan bobot dua kali lipat bobot di permukaan Bumi. Sensasi tanpa bobot dialami ketika pesawat mengalami jatuh bebas selama sekitar 30 detik di bagian atas parabola. (Countries of Space Tourism)

menit ke 17:20
MATERI Pesawat Zero-G digunakan untuk membuat ilusi gravitasi.
KACAU Pesawat apapun dapat digunakan untuk menimbulkan kesan tanpa bobot, bukan kesan gravitasi. Bahkan bilik lift pun dapat digunakan untuk menimbulkan kondisi tanpa bobot.

menit ke 18:00
MATERI Keberadaan World Debt Clock menunjukkan adanya konspirasi global pemerasan atas kebanyakan manusia.
KOREKSI Si pembuat video menggiring pemirsa pada opini adanya konspirasi pemerasan oleh negara-negara adidaya. Penghisapan kekayaan oleh negara-negara besar memang terjadi, tapi World Debt Clock sama sekali tidak menjelaskan tentang hal tersebut. Video di halaman National Debt Clocks.org menjelaskan bahwa rekaman utang nasional dapat dijadikan indikator kondisi ekonomi. Kondisi ekonomi yang dimaksud berada dalam sistem ekonomi yang pompa transaksinya suku bunga dan mediumnya fiat money.
Gambar 17. Cuplikan video dari halaman National Debt Clocks.org. Penjelasan tujuan pencatatan utang global disampaikan mulai menit ke 29:00. (National Debt Clocks.org)

menit ke 18:45
MATERI Jika memang ada World Debt Clock, dunia hutang pada siapa?
KACAU Yang diusahakan dicatat oleh National Debt Clock.org adalah utang pemerintah negara-negara di dunia sebagai indikator kondisi perekonomian. Sumber utangnya beragam. Untuk pemerintah Singapura, misalnya, yang dicatat oleh National Debt Clocks.org yaitu utang dalam negeri, bukan utang luar negeri.

menit ke 20:15
MATERI Jika kita perhatikan, kita jadi sadar bahwa foto-foto Bumi yang diterbitkan NASA merupakan hasil olah visual komputer.
KACAU Tidak ada argumentasi yang diberikan, hanya klaim.

menit ke 20:35
MATERI Seniman yang membuat gambar Bumi dari masa ke masa tidak konsisten dalam mewarnai gambar Bumi.
KACAU Tidak ada argumentasi yang diberikan, hanya klaim.

menit ke 21:50
MATERI Tidak ada satupun teleskop yang bisa melihat, mendengar, atau mendeteksi satelit.
KOREKSI Teleskop landas Bumi bisa melacak satelit dan yang bahkan lebih kecil dari satelit, seperti puing-puing luar angkasa.
KACAU Tidak ada argumentasi yang diberikan untuk klaim yang diajukan si pembuat video. Tidak adanya foto satelit dengan teleskop landas Bumi bukan bukti tidak adanya satelit. Ketiadaan pengetahuan hanya dapat menghasilkan ketidaktahuan, bukan penguatan atau pelemahan klaim.
Gambar 18. Puing-puing luar angkasa, yang ukurannya lebih kecil dari satelit, yang sudah terdeteksi. (TRACKINGSAT)

Senin, 30 Agustus 2010

Paradoks Palsu

Pencipta itu ada. Keberadaannya dapat dibuktikan melalui penginderaan atas keadaan dunia. Alur pembuktiannya yaitu pembenaran pasti bahwa 1) dunia terikat pada hukum-hukum tertentu, 2) bukan dunia yang menentukan hukum bagi dirinya, 3) ada pihak yang menetapkan keterikatan dunia pada hukum-hukum tertentu, 4) jika pihak tersebut punya keterbatasan, maka keberadaannya bergantung pada pihak lain, 5) rantai kebergantungan pasti berakhir, 6) yang layak menjadi ujung rantai kebergantungan hanya pihak yang tidak terikat segala batasan, dan 7) ada pihak yang tidak terikat batasan, yang menjadi tempat bergantung semua yang memiliki keterbatasan.

Bagaimanapun, ada yang menolak keberadaan pencipta. Diantara dalil pendirian mereka yaitu sejumlah pertanyaan yang kemungkinan jawabannya selalu bertentangan dengan sendirinya. Pertentangan kemungkinan jawaban ini mereka anggap sebagai alasan kemustahilan adanya pencipta.


Mortal Muscle

Berikut pertanyaan mereka.

"Dapatkah pencipta menciptakan benda yang dia sendiri tidak bisa mengangkatnya? Jika dia dapat, berarti dia terbatas karena ada benda yang dia tidak bisa mengangkatnya. Jika dia tidak dapat, berarti dia terbatas karena tidak bisa menciptakan sesuatu."

Ada satu asumsi tersirat dalam pertanyaan di atas, yakni bahwa "pencipta" dibatasi kekuatan otot. Padahal, yang dibatasi kekuatan otot hanya makhluk yang memiliki otot. Dengan demikian, "pencipta" dalam pertanyaan di atas bukanlah pencipta yang sesungguhnya. Mereka tidak sadar bahwa pertanyaan di atas sama sekali tidak membahas pencipta dunia.

Tidak ada gunanya memilih salah satu kemungkinan jawaban atas pertanyaan mereka. Yang perlu dilakukan hanya memastikan apakah mereka menerima bahwa yang layak disebut pencipta hanya pihak yang bebas dari segala batasan. Kalau mereka menerima, segera katakan pada mereka bahwa pencipta tidak dibatasi kekuatan otot! Kalau mereka tidak menerima, mundurlah dari diskusi!


It Is Not, Indeed, It Is

Berikut bukan pertanyaan mereka; penulis belum pernah menjumpai mereka melontarkan pertanyaan ini. Justru penulis yang menawari mereka mengajukan pertanyaan berikut.

Dapatkah pencipta menciptakan sesuatu yang keberadaannya tidak bergantung pada pencipta?

Ini pertanyaan hebat. Didalamnya, tidak tersirat asumsi apapun tentang batasan pencipta. Sayang, pertanyaan ini rusak dengan sendirinya.

Yang diciptakan oleh pencipta pastilah makhluk. Inilah sebabnya pertanyaan tadi rusak dengan sendirinya; sama sekali tidak ada kemungkinan jawaban atas pertanyaan ini. Cobalah bertanya pada penjual laptop, "Pak/Bu, punya laptop yang bukan laptop?"


Demanding, Not Answering

Berikut pertanyaan mereka.

"Kalau memang pencipta itu ada, mengapa ada banyak sekali agama?"

Meskipun dapat dijawab, kadang-kadang pertanyaan di atas tidak perlu dijawab. Yang harus segera dilakukan yaitu menegaskan bahwa pertanyaan di atas sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembuktian keberadaan pencipta. Jika mereka tetap menggunakan pertanyaan tadi sebagai dalil kemustahilan keberadaan pencipta, mundurlah dari diskusi!


Loathsome Logic

Berikut pertanyaan mereka.

"Jika keberadaan pencipta dapat dibuktikan dengan akal, maka keberadaan pencipta tergantung akal bukan?"

Pertanyaan di atas merupakan contoh kerancuan kaidah berpikir. Mula-mula, diandaikan bahwa keberadaan pencipta dapat dibuktikan dengan akal. Tiba-tiba kemudian, akal, yang tadinya diandaikan sebagai alat, dijadikan sebagai sumber kebergantungan keberadaan. Yang tergantung pada akal bukan keberadaan pencipta, tapi pengetahuan keberadaan pencipta. Tanpa mata, mungkin manusia tidak akan pernah tahu keberadaan Matahari, tapi ada-tiadanya Matahari tidak ada hubungannya dengan ada-tiadanya mata. Tanpa mikroskop, mungkin manusia tidak akan pernah tahu keberadaan sel, tapi ada-tiadanya sel tidak ada hubungannya dengan ada-tiadanya mikroskop.

Jika dihadapkan pada pertanyaan di atas, segera tegaskan bahwa mereka telah mengubah status akal dari alat menjadi sumber keberadaan! Jika mereka tetap menggunakan pertanyaan tadi sebagai dalil kemustahilan keberadaan pencipta, mundurlah dari diskusi!


Conceited Contradiction

Berikut pertanyaan mereka.

"Jika pencipta itu bebas dari segala batasan, mengapa dia menetapkan aturan-aturan bagi manusia? Itu berarti pencipta tidak bebas dari batasan."

Dalam pertanyaan di atas, diandaikan pencipta bebas dari batasan. Pun diutarakan adanya klaim aturan-aturan dari pencipta. Kemudian, kebebasan dari batasan tadi dipertentangkan dengan keberadaan aturan dari pencipta. Inilah kekacauan dalam pertanyaan di atas; pertentangannya fiktif. Kebebasan pencipta dari batasan itu satu hal, sementara adanya aturan-aturan bagi manusia dari pencipta itu hal lain. Jika seorang praktisi beladiri meminta jangan disakiti, itu tidak berarti dia tidak mampu menyakiti bukan?

Jika dihadapkan pada pertanyaan di atas, segera tegaskan bahwa dua hal dalam pertanyaannya tidak bertentangan! Jika mereka tidak mau menerima, mundurlah dari diskusi!