Salah satu topik dalam kajian geometri bidang datar yakni teorema Phytagoras. Dalam teorema ini, disebutkan bahwa jika
sisi miring sementara
dan
dua sisi yang saling berpenyiku dalam suatu segitiga siku-siku, maka berlaku hubungan
.
Rumusan teorema Phytagoras telah banyak dikenal oleh hampir semua siswa pendidikan menengah. Namun, tidak semua guru mengajarkan pembuktian teorema Phytagoras.
Makalah ini berisi pembuktian teorema Phytagoras dan penerapan teorema Phytagoras untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan segitiga bukan siku-siku.
Profesionally Proven
Ada beragam cara untuk membuktikan teorema Phytagoras. Dari beragam cara tersebut, yang paling intuitif yaitu cara geometris. Tinjaulah kasus struktur geometri berikut.
Gambar 1. Bangun persegi yang tersusun atas sebuah persegi yang lebih kecil dan empat buah segitiga siku-siku.
Dalam struktur di atas, panjang sisi persegi besar yaitu
, sedangkan panjang sisi persegi kecil yaitu
. Nilai
ini sekaligus merupakan panjang sisi miring setiap segitiga siku-siku. Sementara itu, panjang sisi yang saling berpenyiku dalam setiap segitiga siku-siku yakni
dan
b
.
Luas persegi besar sama dengan jumlah luas persegi kecil dan luas empat buah segitiga siku-siku.
Persamaan (1) merupakan rumusan teorema Phytagoras.
Weighing the Height
Teorema Phytagoras dapat digunakan untuk menentukan nilai besaran-besaran pada segitiga yang bukan siku-siku sekalipun. Dalam pasal ini, akan dijelaskan cara menentukan panjang garis tinggi dan garis berat segitiga sembarang.
Tinjaulah kasus segitiga sembarang berikut!
Gambar 2. Segitiga sembarang yang semua sudutnya merupakan sudut lancip.
Dalam segitiga di atas,
merupakan garis tinggi. Garis tinggi
membagi segitiga
menjadi dua segitiga siku-siku, yakni segitiga
dan segitiga
. Berikut hubungan antara garis tinggi
dan sisi-sisi segitiga
.
Dari (2a) dan (2b), dapat ditentukan hubungan berikut.
Dari (2b) dan (3), dapat ditentukan panjang garis tinggi
.
Panjang garis tinggi
dapat pula ditentukan dengan persamaan berikut, yang ekivalen dengan persamaan (4a).
Dari (3) dan (4a) atau (4b), dapat ditentukan panjang garis berat
.
Persamaan (4a), (4b), dan (5) masih berlaku bahkan jika segitiga yang ditinjau memiliki sudut tumpul. Tinjau kasus segitiga berikut.
Gambar 3. Segitiga sembarang yang salah satu sudutnya merupakan sudut tumpul.
Dalam segitiga di atas,
merupakan garis tinggi. Garis tinggi
merupakan garis tinggi segitiga siku-siku
dan segitiga siku-siku
. Berikut hubungan antara garis tinggi
dan sisi-sisi segitiga
PQR
.
Dari (6a) dan (6b), dapat ditentukan hubungan berikut.
Persamaan (7) benar-benar sama dengan persamaan (3), sebagaimana persamaan (6a) dan (6b) sama dengan persamaan (2a) dan (2b). Dengan demikian, substitusi persamaan (7) ke persamaan (2b) akan menghasilkan persamaan yang sama persis dengan persamaan (4a). Lebih jauh lagi, maka persamaan (4b) dan (5) berlaku juga untuk segitiga sembarang yang memiliki sudut tumpul. Jika persamaan (4a), (4b), dan (5) berlaku untuk semua segitiga sembarang, maka persamaan-persamaan tersebut berlaku juga untuk segala jenis segitiga.
Divide and Conquer
Dalam suatu konstruksi sudut, dapat dibuat sebuah garis yang membagi sudut tersebut menjadi dua sudut yang lebih kecil dan sama besarnya. Garis ini disebut garis bagi sudut.
Tinjau kasus segitiga berikut!
Gambar 4. Segitiga sembarang beserta garis tinggi dan garis bagi sudutnya.
Dalam struktur di atas, garis bagi sudut
membagi segitiga
menjadi segitiga
dan segitiga
. Karena besar
dan
sama, berlaku hubungan berikut.
Sementara itu, segitiga
sebangun dengan segitiga
. Dari hubungan ini dan (8), berlaku hubungan berikut.
Dari (9), dapat ditentukan panjang ruas
.
Dari teorema Phytagoras serta persamaan (3), (4a) dan (10), dapat ditentukan persamaan panjang garis bagi sudut
.
Persamaan (11), yang panjang itu, merupakan persamaan panjang garis bagi sudut suatu segitiga.
4 komentar:
Assalamu'alaykum,,,
ini yang diajarkan waktu di yayasan Teknosains kah?
setelah dibaca sekarang sudah lebih ngerti,
syukron...
afwan baru sempat buka,
kapan ngajar lagi??
'Alaykum salam.
Maaf, saya belum pernah mengajar di Teknosains. Materi ini merupakan materi yang saya ajarkan pada murid matematika saya.
Hatur nuhun atas apresiasinya.
kowe kok wes wangun saiki le?wkwkwk
wisnu
Wisnu, what is the meaning of the maksud?
Posting Komentar